Minggu, 05 Juni 2011

Perkembangan Arsitek di Benua Amerika

Di benua amerika tengah (Meksiko, Guatemala, Honduras sekarang) telah berkembang kebudayaan yang berlangsung berturut-turut yaitu:

1.Kebudayaan Maya (500 SM-800SM)
Disamping arsitektur, skulptur dan keramik menempati kedudukan penting dalam kebudayaan Maya. Bangunan kesannya merupakan skulptur raksasa.
Bangsa Maya adalah pemuja matahari dan bangunan-bangunan untuk upacara keagamaan merupakan bukit-bukit atau piramida tangga. Salah satu contohnya adalah Piramida matahari di San Juan Teotihuacan yang dibangun lebih kurang 800M. Tingginya 66m dan sisi alasnya kurang lebih 210m.



2. Kebudayaan Toltek (800-1200)
Bangunan batu hampir tidak berjendela tetapi penuh dengan ukiran. Salah satu bangunan yang masih utuh adalah Bal Court dan bangunan observatori di Chichen Itza 1200M.



3. Kebudayaan Aztek (1200-1519 )

Pada kebudayaan Aztek, ada suatu upacara pemujaan dimana manusia hidup harus dikorbankan. Bangunan-bangunan bekas tempat upacara yang demikian masih terdapat sisa-sisanya, yaitu bernama “Istana Mautdi Mitila yang dibangun lebih kurang 1100 M. bangunan ini terdiri dari monolit-monolit.
Pusat kebudayaan Aztek terletak di danau Texcoco dan disana dibangun kota Tenochtitlan yang sekarang menjadi Mexico city.


4. Kebudayaan Inka (1100-1500)

Yang khas bagi kebudayaan ini ialah pembangunan-pembangunan kota benteng. Bangsa inka percaya kepada dewa Maha Pencipta yang bernama Virachoca. Teknik bangunannya sudah memakai batu-batu persegi juga batu poligonal.
Monumen lainnya yang terkenal ialah Gerbang Matahari di Tinhuanaco (500-1000M).
Peninggalan lainnya adalah kehebatan mereka membangun kota di bukit-bukit yang tinggi dengan kubu-kubu petahanan, dan mampu membangun jembatan gantung melintas sungai dan jurang sebagai bagian dari jaringan jalan yang diperkeras yang panjangnya kurang lebih 12000km.



Rabu, 18 Mei 2011

DEMOKRASI INDONESIA

Demokrasi di Indonesia 'katanya' sudah sangat maju, memang benar sekarang pemilihan umum dilakukan dan ditentukan oleh rakyat, dan rakyat memiliki 'wakil' yang seharusnya menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah, yang kita sebut sebagai DPR. Namun apakah semua itu telah berfungsi sebagaimana mustinya?
Janji-janji parpol pada saat pemilu yang pro rakyat, apakah akan sama dengan setelah mereka mendapatkan kekuasaan?
Menurut saya yang meskipun kurang paham dengan sistem demokrasi di Indonesia ini. Kata demokrasi belom seutuhnya didapatkan oleh masyarakat indonesia.
Masih banyak sekali masyarakat kecil yang hak demokrasi, hak berpendapat, hak berkreatifitasnya tidak dapat keluar dengan bebas. Para wakil rakyat tidak benar-benar mewakili para rakyat menuju negara yang berdemokrasi.


DEMOKRASI BARAT

secara etimologis “ demokrasi” terdiri dari dua kata yang berasal dari bahasa Yunani yaitu “demos” yang berarti rakyat atau penduduk suatu tempat dan “cratein” atau “cratos” yang berarti kekuasaan atau kedaulatan. Jadi secara bahasa demos-cratein atau demos-cratos (demokrasi) adalah keadaan negara di mana dalam sistem pemerintahannya kedaulatan berada ditangan rakyat, kekuasaan tertinggi berada dalam keputusan bersama rakyat, rakyat berkuasa, pemerintahan rakyat dan kekuasaan oleh rakyat.
Demokrasi barat dirasa jauh lebih maju, tingkat kebebasan mengeluarkan pendapat bagi penduduknya lebih dihargai. karena seperti yang kita tau negara barat adalah negara yang bebas, hukum yang tidak mengikat. sehingga demokrasi di dunia barat lebih dapat terlihat dibandingkan yang terjadi di Indonesia.

Dampak Pembangunan Mall









Dampak Positif


Ada satu hal baik yang baru saja saya suka dari Dewan kita di Senayan. Mereka sepakat untuk tidak memberikan izin bagi pengembang mendirikan mall baru disitu. Mereka menyetujui dibangunnya Ruang Terbuka Hijau. Ini keputusan yang baik dan merupakan sebuah kemajuan karena dapat dijadikan sebuah indikasi meningkatnya kesadaran akan kebutuhan ruang selain mall.

Akan tetapi, seburuk itukah 'nilai' sebuah mall? Faktanya bahwa mall dapat memberikan beberapa kontribusi positif terhadap negara ini. Kita lihat beberapa diantaranya :

1. Mall memberikan peningkatan pendapatan negara dalam bentuk pajak, karena adanya aktivitas ekonomi disitu. Aktivitas ekonomi yang terjadi juga bukanlah main-main karena faktor penggerak transaksi kaum urban yang datang ke mall sudah tentu didominasi kalangan menengah ke atas. Sejatinya mereka bisa mengeluarkan lebih dari 100rb rupiah untuk setiap kedatangan mereka ke pusat perbelanjaan (akumulasi dari parkir, belanja, makan dan minum, atau kegiatan lain seperti nonton bioskop).

Ini adalah hal yang sangat menggiurkan terutama untuk pemerintah kita sebagai pendapatan negara. Meningkatnya jumlah orang kaya di tahun 2010 ini dan memboomingnya industri kreatif dapat turut mendongkrak psikologis manusia untuk berbelanja. Berbelanja hal-hal yang mungkin tidak terlalu mereka butuhkan.

2. Setiap pendirian mall berarti penyerapan tenaga kerja baru. Setiap pertumbuhan ekonomi sebesar 1% hanya mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 250.000 - 300.000 orang tenaga kerja. Masih belum bisa menutupi angka jumlah pengangguran sebanyak 10 juta orang lebih di Indonesia. Pertanyaannya adalah, tenaga kerja manakah yang akan diserap oleh Mall? Tenaga kerja penduduk dengan KTP DKI Jakarta? Ataukah tenaga kerja Bodetabek yang notabene akan menambah jumlah komuter ke Ibukota?

3. Mall adalah sebuah lambang pengakuan. Pengakuan dari pihak-pihak; terutama tenant (terlebih jika tenant berasal dari luar negeri) bahwa iklim investasi di Indonesia baik. Menurut indeks investasi dunia, Indonesia masuk dalam peringkat 17 negara yang dapat dijadikan tempat berinvestati. Menyusul kenaikan harga IHSG yang nyaris menembus angka 3000, adalah indikasi-indikasi lain yang menunjukkan bahwa secara makro, negara ini memiliki fundamental ekonomi yang kuat.

http://bismanara.blogspot.com/2010/07/dampak-positif-keberadaan-mall.html

Dampak Negatif

Pembangunan mall akhir-akhir ini semakin meningkat, seiring pertumbuhan pembangunan di kota jakarta, ada dampak positif tapi lebih banyak negatifnya dari pertumbuhan mall tersebut.


Banyaknya mall akan juga melahirkan jurang perbedaan yang tinggi antara si kaya dan si miskin. Sehingga si miskin makin tidak akan merasa nyaman. Selain itu dampak lain pembangunan mall adalah warga akan semakin sulit mendapatkan ruang terbuka, seperti daerah resapan air atau taman sehingga pada gilirannya akan menyebabkan banjir. Dampak sosial dari pembangunan mall adalah warga akan terbius menjadi warga yang konsumtif dan menghabiskan waktunya dimall, kalau sang warga punya kemampuan finansial yang baik untuk belanja di mall mungkin tidak terlalu masalah, akan tetapi jika sang warga tak punya uang yang cukup, maka yang akan terjadi adalah angka kriminalitas yang akan semakin tinggi. Seperti pencopetan, penjambretan, perampokan dll.

Dalam konsep teori pembangunan perkotaan, yang seharusnya menjadi tempat berkumpul warga kota adalah taman atau area terbuka, namun karena keterbatasan dana dari pemerintah daerah untuk membangun taman baru dan perawatan taman yang telah ada maka mereka sulit mendapatkan taman atau lahan yang enak dikunjungi. Warga kota merasakan taman yang tidak terawat,kotor, kumuh. Ada hal menarik di balik pertumbuhan mall yang meningkat yaitu karena warga kota kehilangan tempat untuk sekedar berkumpul maka mal-mall jadi satu-satunya tempat untuk ajang berkumpul dan interaksi antar warga kota.

Satu lagi dampak negatif dari pertumbuhan mall adalah tersingkirnya satu persatu pasar tradisional yang pada gilirannya mematikan aktifitas pedagang tradisional pribumi. Jumlah pedagang tradisional semakin hari semakin berkurang akibat kalah bersaing dengan pasar modern yang memberi kenyamanan yang lebih. Sebagai catatan dari 37 pasar tradisional yang ada di kota bandung hanya ada dua pasar yang tingkat huniannya diatas 75%, sisanya hanya mempunyai tingkat hunian dibawah 50%.

Menurut survei yang dilakukan di kota bandung, saat ini jumlah pedagang tradisional yang masih giat beraktifitas adalah sekitar 9800 pedagang, jauh dibawah perkiraan tahun 2007 yang masih sekitar 13000 pedagang yang masih aktif, berbanding terbalik dengan pertumbuhan mall. Sepanjang tahun 2009 berdasarkan survei, jumlah pertumbuhan mall di kota bandung sekitar 31,4% . Perkembangan jumlah mall yang tak terkendali menyebabkan penurunan jumlah pasar tradisional. Perbandingan setiap satu mall berdiri maka 100 pedagang dan warung akan gulung tikar.

Disamping itu alasan masyarakat enggan untuk ke pasar tradisional adalah karena kondisi pasar tradisional yang tidak nyaman, kotor, tidak bersih yang menyebabkan orang lebih memilih ke supermarket atau mall yang dari sisi kenyamanan jelas lebih baik. Satu lagi dampak pembangunan mall adalah kemacetan yang yang akan melanda jalan-jalan sekitar tempat mall berada. Yang pada gilirannya membuat stag beberapa ruas jalan. Demikian ulasan saya mengenai dampak pertumbuhan mall di kota-kota besar. Mudah-mudahan bermanfaat.

http://ilovebumiku.blogspot.com/2010/08/dampak-pembangunan-mall.html

Kalau kita menganggap mal itu adalah pusat belanja yang suka buang energi listrik dan menambah sampah, berarti kita harus datang ke beberapa mal di bawah ini. Karena mereka dibangun dengan prinsip eco-friendly, jadi pastinya sangat cinta bumi!
Green Exchange Mall, Amerika Serikat


Mall yang satu ini merupakan mal pertama di Amerika yang menganut sistem go green. Di dalam mal ini, kita dapat menemukan berbagai produk ramah lingkungan. Mulai dari restoran, kafe organik, furniture dari bahan daur ulang, dan peralatan kantor yang eco-friendly. Yang paling unik adalah area foodcourt yang terletak di tengah taman yang luas. Jadi, para pengunjung bisa makan sambil menikmati udara segar plus pemandangan yang indah.

City Square Mall, Singapura

City Square Mall adalah mal pertama di Singapura yang mendapatkan penghargaan Green Mark Platinum Award dari Building and Construction Authority. Dari pembangunannya saja terbuat dari dinding kering hasil daur ulang. Selain itu pembuangan sampah juga di pasang alat untuk recycle limbah industri. Mal ini juga punya green roof yang memiliki solar panel, yaitu alat yang merubah energi matahari menjadi energi listrik.

Mall of The North, Afrika Selatan

Karena letaknya di tengah hutan dan pegunungan, maka mal ini di desain ramah lingkungan. Bentuk bangunan yang menurun seperti terasiring agar tidak menyebabkan longsor. Kemudian, semua pembuangan dari mal ini sudah di daur ulang sehingga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.

Orchard Walk Mall, Indonesia

Kita harus bangga, karena Indonesia juga ada eco-friendly mal. Namanya Orchard Walk Mall, yang terletak di Bogor Nirwana Residence. Mal ini berada di bawah kaki Gunung Salak yang memang daerahnya masih hijau banget. Karena udaranya yang sejuk, maka mal ini tidak memakai AC (Air Conditioner). Sebaliknya, mal ini mengoptimalkan pembangunan ruang terbuka untuk sirkulasi udara. Jadi bisa mengurangi efek rumah kaca.

Jumat, 18 Februari 2011

GLOBALISASI

Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatunegara menjadi semakin sempit.

Globalisasi adalah suatu proses di mana antarindividu, antarkelompok, dan antarnegara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara.


Dari penjelasan di atas, saya memiliki kesimpulan bahwa globalisasi adalah hal yang mengacu pada kemajuan komunikasi antar negara di dunia.

Dalam bidang perekonomian, banyak sekali manfaat yang didapat dari globalisasi ini, contohnya seperti:

  • Globalisasi produksi: berbagai negara melakukan produksi dengan tujuan biaya produksi menjadi rendah, tarif bea pun rendah, infrastruktur memadai.
  • Globalisasi pembiayaan: Perusahaan global mempunyai akses untuk memperoleh pinjaman atau melakukan investasi (baik dalam bentuk portofolio ataupun langsung) di semua negara di dunia.
  • Globalisasi tenaga kerja: perusahaan-perusahaan mengambil tenaga kerja berpotensi dalam bidangnya masing-masing.
  • Globalisasi jaringan informasi: masyarakat seluruh dunia dapat secara mudah mengakses informasi2 yang terjadi di manca negara melalui TV, radio, media cetak, internet, dll
  • Globalisasi Perdagangan. Hal ini terwujud dalam bentuk penurunan dan penyeragaman tarif serta penghapusan berbagai hambatan nontarif. Dengan demikian kegiatan perdagangan dan persaingan menjadi semakin cepat, ketat, dan fair.
Tidak hanya hal positif yang menjadi dampak globalisasi, ada hal-hal negatif yang tercipta sebagai dampak dari globalisasi juga.
  • Menghambat pertumbuhan sektor industri: Perkembangan sistem perdagangan luar negeri yang lebih bebas.menyebabkan negara-negara berkembang tidak dapat lagi menggunakan tarif yang tingi untuk memberikan proteksi kepada industri yang baru berkembang.
  • Sektor keuangan semakin tidak stabil: Ketidakstabilan di sektor keuangan ini dapat menimbulkan efek buruk kepada kestabilan kegiatan ekonomi secara keseluruhan.
  • Memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang: Dalam jangka panjang pertumbuhan yang seperti ini akan mengurangi lajunya pertumbuhan ekonomi. Pendapatan nasional dan kesempatan kerja akan semakin lambat pertumbuhannya dan masalah pengangguran tidak dapat diatasi atau malah semakin memburuk. Pada akhirnya, apabila globalisasi menimbulkan efek buruk kepada prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang suatu negara, distribusi pendapatan menjadi semakin tidak adil dan masalah sosial-ekonomi masyarakat semakin bertambah buruk.
Tidak hanya dibidang ekonomi, globalisasi di bidang kebudayaan pun terjadi. Dengan kemajuan teknologi dan informasi, memudahkan masyarakat dunia mengetahui apa yang terjadi di luar negara masing-masing. Baik nilai-nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan/psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran. Aspek-aspek kejiwaan ini menjadi penting artinya apabila disadari, bahwa tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam alam pikiran orang yang bersangkutan.

Ciri berkembangnya globalisasi kebudayaan

  • Berkembangnya pertukaran kebudayaan internasional.
  • Penyebaran prinsip multikebudayaan (multiculturalism), dan kemudahan akses suatu individu terhadap kebudayaan lain di luar kebudayaannya.
  • Berkembangnya turisme dan pariwisata.
  • Semakin banyaknya imigrasi dari suatu negara ke negara lain.
  • Berkembangnya mode yang berskala global, seperti pakaian, film dan lain lain.
  • Bertambah banyaknya event-event berskala global, seperti Piala Dunia FIFA.
  • Persaingan bebas dalam bidang ekonomi
  • Meningkakan interaksi budaya antarnegara melalui perkembangan media massa

Rabu, 06 Januari 2010

Arsitektur Arab

Lihat gambar ukuran penuh
Arsitektur di Arab, Syria dan Mesir sama-sama, memiliki lebih dekoratif dari konstruktif orisinalitas, bentuk-bentuk yang indah dengan kubah-kubah, pendentives, dan menara, keagungan sederhana menunjuk besar tong-kubah dari masjid Hassan dan monumen yang serupa, dan anggun garis-garis lengkung menunjuk universal digunakan, membuktikan Koptik pembangun dan penerus mereka kemudian Arab telah arsitek kemampuan besar. Kubah bahasa Arab, seperti yang terlihat baik di masjid-masjid dan di kelompok yang luar biasa dari kuburan biasanya disebut "kuburan dari Khalifs," adalah khas bukan hanya dalam garis besar dan mereka menunjuk eksternal kaya hiasan motif geometris interlaced, tapi masih lebih eksternal internal dan perlakuan pendentives, indah dihiasi dengan ornamen stalaktit. Ornamen ini, diturunkan, tampaknya, dari kombinasi menit corbels dengan deretan celah kecil, dan mungkin berasal dari Persia, akhirnya dikembangkan menjadi sistem kerumitan luar biasa, yang berlaku sama dengan topping dari ceruk atau panel, seperti dalam besar pintu dari masjid, dan ke menara mengurung keluar dari galeri. Penerapannya membingungkan menunjukkan berbagai bentuk dan bakat yang luar biasa untuk desain geometris yang rumit.
DEKORASI
Geometri, memang, bersaing dengan kasih warna dalam bahasa Arab berpegang pada rasa.Langit-langit-balok-balok yang diukir sangat hias bentuk sebelum menerima mereka yang kaya-hiasan warna merah, hijau, biru, dan emas. Pintu dan mimber dibingkai dalam pola-pola geometris dengan berpotongan ramping bar membentuk bintang-panel rumit. Voussoirs lengkungan yang dipotong menjadi saling ingin tahu bentuk-bentuk pintu dan niche yang capped dengan stalaktit corbelling, dan trotoar dan dinding-incrustations, baik atau ubin marmer, kombinasi kecerdasan dan harmoni warna dengan keindahan membingungkan interlaced dan bintang-pola poligon dari kerumitan luar biasa. Kaca patri ditambahkan ke pedalaman-efek warna, pola-pola yang berlubang di plester, dengan sedikit kaca berwarna ditetapkan ke setiap perforasi - sebuah perangkat tidak terlalu tahan lama, mungkin, tapi luar biasa dekoratif.

Arsitektur Eropa

London
London tidak dicirikan oleh gaya arsitektur tertentu, setelah akumulasi dengan bangunan selama jangka waktu yang panjang. Beberapa bangunan yang mendahului Kebakaran Besar 1666, pengecualian termasuk Tower of London, Westminster Abbey, jamuan House dan beberapa Tudor tersebar selamat di Kota.


Paris
Paris 'arsitektur modern yang agak miskin: Tour Montparnasse yang jelek, semakin buruk masih "depan de Seine", menyeramkan bangunan tinggi didirikan di bawah Georges Pompidou, lingkungan Pertahanan, melintasi Sungai Seine, di Puteaux, yang hancur 13 arondisemen yang menjadi Chinatown besar ketika imigran dari negara-negara Asia mulai datang ke Perancis dan menemukan sewa murah di sana. Perhiasan di kota kecil dan sering tersembunyi (tanpa menghitung mereka yang berasal dari sejarah awal kota): Portzamparc's Cité de la Musique atau Café Beaubourg; renovasi Louvre, Yamamoto Yohji showroom, yang Lecorbusier fondasi.
Amsterdam
Amsterdam adalah salah satu harta karun di Eropa troves untuk pecinta arsitektur. Amsterdam juga merupakan kepentingan internasional dalam hal desain modern. Tinggi kali Anda menikmati aspek-aspek ini kota. Pada website ini anda dapat mengambil mengintip arsitektur paling indah highlight of Amsterdam.
Irlandia
Arsitektur Irlandia adalah salah satu fitur yang paling terlihat di pedesaan Irlandia - dengan sisa-sisa dari semua zaman sejak zaman batu yang besar.Irlandia yang terkenal karena rusak dan utuh Norman dan Anglo-Irlandia istana, cottage jerami bercat putih kecil dan Georgia bangunan perkotaan.
Jerman
Dalam sepertiga pertama abad ke-20, arsitektur Jerman sangat diakui di seluruh dunia. Gerakan Bauhaus dan filsafat "Neue Sachlichkeit" ( "New Objektivitas") dan fungsionalisme memelopori tren baru dalam archiecture dan desain.
Yunani
Sebagian besar pengetahuan kita tentang arsitektur Yunani berasal dari beberapa bangunan yang selamat dari klasik, periode Helenistik dan Romawi (karena arsitektur Romawi sangat disalin Yunani), dan dari sumber-sumber tertulis akhir seperti Vitruvius (abad ke-1 M). Ini berarti bahwa ada bias yang kuat terhadap kuil-kuil, satu-satunya bangunan yang bertahan dalam setiap nomor.

Selasa, 05 Januari 2010

Rumah di Daerah Antartika

IGLOO

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Untuk Igloo program antarmuka basis data CDS/ISIS dan WinISIS, lihat Igloo.


Igloo
Igloo atau iglo (bahasa Inuktitut: iglu / ᐃᒡᓗ, "rumah", bentuk jamak: iglooit atau igluit) adalahrumah atau tempat tinggal sementara, berbentuk kubah dan dibangun dari balok-balok salju. Walaupun igloo identik dengan tempat tinggal orang Inuit, igloo banyak dibangun orang Kanada yang tinggal di Arktik Tengah dan wilayah Thule di Greenland. Salju juga digunakan sebagian orang Inuit untuk melapisi rumah yang dibangun dari tulang ikan paus dan kulit hewan. Salju cocok digunakan sebagai insulator (bahan penyekat) dari cuaca dingin. Suhu ruangan di dalam igloo jauh lebih hangat, dan memungkinkan manusia untuk hidup walaupun suhu di luar bisa mencapai -46°C.Asal-usul kata
Dalam bahasa Inuktitut, "igloo" atau iglu adalah nama umum untuk rumah dalam segala bentuk. Sejak abad ke-20, istilah igluvigaq (bentuk jamak: igluvigait) sering digunakan untuk rumah yang dibangun dari salju, agar berbeda dengan istilah untuk rumah biasa.
Jenis igloo

Igloo tipe besar di Kinngait, selatan Pulau Baffin
Iglo terdiri dari 3 jenis yang dibedakan menurut besar ruangan dan kegunaan:
 Igloo tipe kecil untuk tempat berlindung sementara (semalam atau dua malam) yang sering dibangunpemburu sewaktu berburu di padang atau lautan es.
 Igloo semipermanen berukuran sedang untuk tempat tinggal keluarga. Di dalamnya hanya terdiri dari 1 ruangan yang bisa ditinggali bersama oleh 2 keluarga. Sejumlah igloo semipermanen di suatu daerah membentuk permukiman "desa orang Inuit".
 Igloo berukuran besar yang dibuat untuk kesempatan khusus. Dibangun dari igloo berukuran lebih kecil yang dirombak agar menjadi lebih besar, tapi bisa juga merupakan bangunan baru. Di dalam igloo berukuran besar terdapat 5 ruangan dan dapat menampung sampai 20 orang. Igloo berukuran besar bisa juga dibangun dari beberapa igloo berukuran kecil yang dihubungkan dengan terowongan, sehingga hanya ada satu jalan masuk untuk beberapa igloo. Di dalam igloo berukuran besar bisa diadakan pesta bersama, dansa tradisional (musik Inuit dan Katajjaq).
Cara membuat igloo

Igloo tampak samping: (1). ruang keluarga/ruang tidur (2). pintu masuk dan tempat penyimpanan barang (3). jendela (4). ventilasi
Salju yang mengeras akibat terpaan angin cocok untuk membangun igloo, karena terpaan angin membuat kristal es menjadi saling berpaut. Salju menjadi keras tapi masih cukup lunak untuk dipotong. Blok-blok salju dipotong dan disusun sebagai dinding. Lubang bekas galian salju dijadikan ruangan depan di dekat pintu masuk. Bagian dalam yang lebih tinggi dijadikan ruang keluarga dan ruang tidur. Terowongan kecil sering dibangun di depan pintu masuk, agar angin dari luar tidak langsung masuk ke dalam dan kehangatan dari dalam tidak lari ke luar sewaktu pintu dibuka. Salju merupakan bahan pelapis yang baik, sehingga ruangan di dalam igloo bisa dijadikan tempat tinggal yang hangat dan nyaman. Satu atau dua balok es pada dinding perlu dilepas untuk membuat jendela dan ventilasi agar ruangan dalam igloo tidak gelap ketika pintu dari balok salju ditutup.

Arah menyusun balok es sewaktu membuat igloo
Igloo merupakan konstruksi kubah yang unik, karena dibangun dari balok-balok yang saling menopang satu sama lainnya tanpa menggunakan struktur rangka. Bila dibangun dengan benar, bagian atap kubah igloo sanggup menahan berat satu orang yang berdiri di atasnya. Panas dari lampu tradisional Inuit yang disebut qulliqbisa melumerkan es pada bagian dalam igloo, tapi bagian es yang mencair bisa segera beku kembali dan membentuk lembaran es baru yang menambah kekuatan bangunan igloo.

Gambar bagian dalam igloo orang Alaska, lukisan tahun 1916
Ruang tidur terletak di bagian dalam rumah yang lebih tinggi daripada ruangan yang ada di dekat pintu masuk. Bagian dalam igloo yang lebih rendah merupakan ruangan tempat udara dingin berkumpul, karena udara dingin yang mempunyai berat jenis tinggi mengalir ke bawah. Sebaliknya, udara panas yang mempunyai berat jenis rendah mengalir ke atas, sehingga ruang tidur tetap hangat bila dipasang pemanas, lampu, atau tidur dengan hanya memakai selimut.
]ModifikasiOrang Inuit Tengah, khususnya yang tinggal di Selat Davis, melapisi ruang keluarga dengan kulit hewan. Suhu ruangan dalam igloo yang dilapisi kulit hewan bisa 2°C hingga 10-20°C lebih hangat dibandingkan tanpa pelapis.
Lambang Gambar igloo terdapat pada lambang teritori Nunavut di Kanada.
Rumah dari salju
Di banyak negara yang mengenal salju, orang sering membuat rumah dari salju untuk sekadar bermain-main, berkemah, atau belajar kiat bertahan hidup di alam. "Rumah" salju bisa dibuat sambil bermain-main dengan membuat tumpukan salju menjadi bukit kecil dan menggali bagian dalam tumpukan salju. Salju yang digunakan tidak perlu yang kuat agar bila runtuh tidak berbahaya. Berbeda dengan igloo, rumah-rumahan dari salju tidak kuat dan tidak bisa tahan lama. Salju yang baru turun juga biasanya tidak stabil, sehinga dinding perlu dikeraskan dengan cara ditepuk-tepuk dengan sekop atau telapak tangan agar tidak runtuh. Di Jepang bagian utara, anak-anak senang sekali membuat rumah-rumahan dari salju yang disebut Kamakura.
Rumah salju buatan Finlandia
Sebelum penggalian dimulai perlu dibuat pedoman dari beberapa batang kayu yang ditancapkan sedalam kira-kira 25 cm. Pedoman ini digunakan untuk menentukan seberapa jauh salju bisa digali. Sewaktu menggali, dinding bagian dalam dikeruk sampai ujung batang kayu yang ditancapkan terlihat.Rumah-rumahan salju juga bisa dibangun dengan cepat dari tumpukan kotak kardus bekas. Salju dipakai untuk melapisi tumpukan kotak kardus. Setelah bangunan selesai, pintu masuk bisa dibuka dan kotak kardus yang ada di dalam bangunan dikeluarkan.
Setelah pintu masuk dibuat, rumah-rumahan dari salju harus disiram air supaya es menjadi lebih keras. Siraman air juga membuat dinding bagian luar rumah salju licin dan sulit dipanjat. Rumah-rumahan dari salju sama sekali dilarang untuk dipanjat karena mengundang risiko runtuh. Bangunan rumah salju yang runtuh membahayakan orang yang sedang berada di dalam, karena timbunan salju sangat berat. Kecelakaan akibat tertimbun salju bisa menyebabkan orang mati lemas, karena orang tidak kuat mengeluarkan diri sendiri dari timbunan salju tanpa bantuan orang lain.